Minggu, 05 Mei 2013

Kalah 5-6, Tim Putra Kimia Harus Terhenti



Tim Putra Kimia melakoni laga melawan Tim Fisika 2009 Minggu (05/05) di Lapangan Futsal Fakultas Matematika Universitas Jember. Tampil dengan komposisi pemain angkatan 2011 dan angkatan 2012 tim putra berhasil mengimbangi permainan lawan hingga akhir babak pertama. Tim yang digawangi oleh Chandra Lintang (19) ini menerapkan permainan menyerang mulai dari peluit pertama. Sempat membobol gawang lawan di awal babak pertama ternyata tidak membuat lawan putus asa. 5 menit berselang tim kimia harus menerima gol balasan dari Tim Fisika 2009. Tim yang dimotori oleh Itok Duwi Guro (19) selalu memimpin perolehan angka, namun penurunan konsentrasi setelah mencetak gol selalu dimanfaatkan oleh lawan untuk menyamakan kedudukan. Kedudukan 3-3 hingga akhir babak pertama.
Kedua tim melakukan perubahan strategi dibabak kedua. Kesalahan koordinasi dari lini belakang tim kimia membuat permainan tim kimia selalu tertekan. Persiapan yang kurang dirasa sebagai penyebab kurangnya koordinasi antar pemain. “Kami sering membuat kesalahan-kesalahan yang tidak perlu sehingga kami kebobolan banyak gol dan sering membuang peluang”, ujar M Zainul sebagai kapten tim. Pemain angakatan 2011 ini juga mengatakan bahwa faktor wasit yang menganulir gol tim kimia menyebabkan konsentrasi tim terganggu. Beberapa peluang emas yang dimiliki tim putra kimia sepanjang babak kedua gagal dikonversi menjadi gol. Hingga peluit akhir babak kedua dibunyikan skor tim kimia tetap 5-6 sekaligus memupuskan harapan ke babak selanjutnya. Pemain yang kerap disapa dengan panggilan em ini mengatakan, “Kita bisa belajar dari pertandingan ini dan harus berlatih agar lebih kompak dalam bermain”. [am]

Tim Putri Pelihara Asa


Pertandingan futsal pi, antara kimia vs fisika 2010 berlangsung dramatis. Babak pertama yang diiringi hujan, berjalan cukup alot. Kedua tim sama-sama berburu kesempatan untuk menciptakan goal. Sayang sekali, kemelut di depan gawang fisika, belum berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh eva dkk. Banyak peluang yang tercipta, tapi masih gagal disempurnakan. Kimia-Fisika sama-sama  melawan, dukungan dari suporter juga masih imbang. Peluang dari kimia masih dapat dihadang kiper fisika. Berdasarkan pengamatan reporter, ball position masih  banyak dikuasai oleh tim  kimia. Dan babak pertama pun berakhir imbang. Susunan strategi diubah, Reksi, kiper kimia, maju sebagai penyerang. Dan Ardine, ditarik mundur untk menggantikan reksi. Pola serangan makin bersemangat, umpan-umpan silang dari pengatur serangan, dan lemparan gawang oleh Ardine, hampir selalu dapat menciptakan peluang. Sayang, pertahanan kiper fisika masih sulit untuk ditembus.

Akhirnya, menjelang 5 menit babak kedua berakhir, tendangan sudut untuk kimia, berhasil disempurnakan oleh kesalahan kiper fisika yang salah menghadang bola.  own goal oleh kiper fisika yang mencoba mengarahkan bola keluar lapangan,tetapi malah bersarang di gawangnya sendiri. Kedudukann 1-0 untuk kimia. Semangat yang semakin memacu naluri menyerang tim futsal akhirnya berbuah manis. Goal cantik Dian, dari sebuah tendangan voli yang akurat akhirnya berhasil menambah keunggulan. 2-0 untuk kimia. Semakin percaya diri tim futsal putri kimia untuk melangkah di laga selanjutnya. Peluit panjang wasit akhirnya menyudahi perlawanan tim fisika untuk mengejar ketertinggalan. Dan kemenangan pertama diraih oleh tim futsal putri kimia. Selamat :). [izza]